Sistem Pendukung Keputusan Dengan Metode SMART Dalam Penentuan Penerima Bantuan Sembako
Abstract
Vihara Dharma Loka merupakan tempat kebaktian buddhais tionghoa pertama di Pekanbaru yang rutin tiap tahun memberikan bantuan sembilan bahan pokok, untuk paket bantuan yang diterima berupa beras, gula, minyak, mie instan, kue kering, bihun dan minuman. Namun Vihara Dharma Loka dalam melakukan pendaftaran dan penyeleksian penerima bantuan sembako masih dilakukan secara manual dan hanya menggunakan kebijakan dari kepala Yayasan saja. Seiring berjalannya waktu, timbul masalah dimana terjadi keramaian dimasa pendemi Covid-19 atau terjadi panggilan nomor antrian yang tidak terdengar oleh peserta sehingga dilompat ke nomor antrian selanjutnya sehingga memperlambat proses menyeleksi. Dalam menentukan penerima bantuan sembako dilakukan dengan beberapa kriteria yang dapat digunakan untuk menyeleksi pendaftar, yaitu : jumlah tanggungan, daya listrik, status pekerjaan, jenis pekerjaan, pendapatan, status tempat tinggal dan tipe rumah. Untuk membantu melakukan proses seleksi pendaftar yang lolos menerima bantuan sembako menggunakan sistem pendukung keputusan (SPK) dengan metode SMART. Status penerima bantuan sembako tersebut adalah berdasarkan jumlah pendaftar kemudian dibagi menjadi tiga yaitu: sangat layak, layak, dan tidak layak. Setelah dilakukan uji 50 Sample data menggunakan metode SMART ini didapat hasil berupa status sangat layak untuk menerima bantuan sembako dengan total 17 orang, status layak dengan total 17 orang, dan status tidak layak dengan total 16 orang.


