Expert System Dalam Mendiagnosis Kondisi Psikologi dengan Metode Forward Chaining (Studi Kasus: Polres Asahan

  • Erwin Aston Sihombing Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer Royal
  • Yessica Siagian Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer Royal
  • Maulana Dwi Sena Sekolah Tinggi Manajemen dan Informatika Royal
Abstract viewed = 0 times
PDF (Bahasa Indonesia) downloaded = 0 times

Abstract

Gizi buruk merupakan keadaan dimana anak mengalami kondisi gizi yang sangat kurang, berdasarkan pada indeks berat badan menurut tinggi badan (BB/TB) kecil dari -3 standar deviasi WHO atau ditemukan tanda-tanda seperti marasmus, kwashiorkor dan marasmus kwashiorkor. Penelitian ini dilakukan di RS Setio Husodo dengan objek penelitian tentang penyakit gizi buruk pada balita. Tingkat kejadian penyakit gizi buruk pada balita cukup tinggi, hal tersebut disebabkan beberapa faktor antara lain kurangnya pengetahuan orangtua terhadap pentingnya kebutuhan gizi balita, kurangnya pengetahuan penanganan pada balita yang mengalami gizi buruk, dan keterbatasan dokter spesialis yang ada. Selain itu, orangtua harus datang ke rumah sakit untuk mendapatkan informasi tentang penyakit gizi buruk pada balita dan melakukan konsultasi dengan dokter spesialis. Proses konsultasi dengan dokter memerlukan waktu yang lama. Oleh karena itu, perlu adanya suatu aplikasi sistem pakar yang dapat digunakan untuk melakukan konsultasi awal dalam mengetahui jenis penyakit gizi buruk yang dialami oleh balita serta memberikan solusi pengobatan yang tepat. Aplikasi tersebut dapat digunakan sebagai alat bantu bagi dokter dalam proses pengambilan keputusan untuk mendiagnosa suatu penyakit secara cepat dan akurat. Salah satu metode yang digunakan didalam sistem pakar yaitu metode certainty factor yang mengasumsikan derajat keyakinan seorang pakar terhadap suatu data. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi dan dokumentasi. Aplikasi dibangun dengan menggunakan bahasa pemrograman PHP dan MySQL. Hasil dari penelitian ini, dapat melakukan diagnosa penyakit gizi buruk pada balita dengan menunjukkan nilai kepastian terhadap penyakit tersebut secara cepat dan akurat serta memberikan solusi pengobatannya.

References

[1] Bria, P. Y., & Takung, S. A. E. (2015). Pengembangan sistem pakar diagnosis penyakit tuberculosis dan demam berdarah berbasis web menggunakan metode certainty factor. Seminar Nasional Teknologi Informasi dan Komunikasi(SENTIKA), 271-276.
[2] Madcoms. (2016). Sukses Membangun Toko Online dengan PHP & MySQL. Yogyakarta: Andi Offset.
[3] Pratiwi, H. (2019). Buku ajar : Sistem Pakar. Jawa Barat : Goresan Pena.
[4] Riadi, A. (2017). Penerapan Metode Certainty Factor Untuk Sistem Pakar Diagnosa Penyakit Diabetes Melitus Pada Rsud Bumi Panua Kabupaten Pohuwato. ILKOM Jurnal Ilmiah, 9(3):310-316.
[5] Rosa, A.S. & Shalahuddin, M. (2016). Rekayasa Perangkat Lunak Terstruktur dan Berorientasi Objek. Bandung: Informatika.
[6] Setyaputri, E.K., Fadlil, A., & Sunardi. (2018). Analisis Metode Certainty Factor pada Sistem PakarDiagnosa Penyakit THT. Jurnal Teknik Elektro, 10(1):30-35.
[7] Sibagariang, S. (2015). Sistem Pakar Diagnosa Penyakit Sapi Dengan Metode CertaintyFactor Berbasis Android. Jurnal TIMES, 4(2):35-39.
[8] Octayuni, L. (2016). Sistem Pakar Diagnosa Penyakit Gigi Dengan Metode Forward Chaining [Skripsi]. Kisaran: Program Studi Sistem Informasi, STMIK ROYAL.
[9] Zunaidi, M., Rasyid, M., & Zulkarnain, I. (2015). Penerapan Metode Certainty Factor dalam Teknik Photography untuk Menentukan Settingan Kamera DSLR yang Menghasilkan Gambar Terbaik. Jurnal Ilmiah Sains dan Komputer SAINTIKOM, 14(3):187-196.
Published
2021-06-22
How to Cite
SIHOMBING, Erwin Aston; SIAGIAN, Yessica; SENA, Maulana Dwi. Expert System Dalam Mendiagnosis Kondisi Psikologi dengan Metode Forward Chaining (Studi Kasus: Polres Asahan. Seminar Nasional Informatika (SENATIKA), [S.l.], p. 516-522, june 2021. Available at: <https://www.ejournal.pelitaindonesia.ac.id/ojs32/index.php/SENATIKA/article/view/1218>. Date accessed: 28 july 2021.
Section
Articles