Jaringan Syaraf Tiruan Memprediksi Kebutuhan Obat-Obatan Menggunakan Metode Backpropagation (Studi Kasus : UPTD Puskesmas Bahorok)
Abstract
Puskesmas (Pusat Kesehatan Masyarakat) adalah fasilitas pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan upaya kesehatan masyarakat dan upaya kesehatan perseorangan tingkat pertama, dengan lebih mengutamakan upaya promotif dan preventif, untuk mencapai derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya diwilayah kerjanya. Puskesmas merupakan Unit Pelayanan Teknis Dinas kesehatan kabupaten / kota yang bertanggung jawab menyelenggarakan pembangunan kesehatan di suatu wilayah kerja. Proses perencanaan dan pengadaan menghasilkan banyaknya data obat seperti pemasukan, permintaan, dan pengembalian obat yang kemudian disimpan di dalam database. Data-data yang dihasilkan dari proses perencanaan dan pengadaan dapat dimanfaatkan melalui suatu mekanisme estimasi untuk dapat dipergunakan membantu proses perencanaan obat esensial dan alat kesehatan dasar. Oleh karena itu diperlukan suatu metode untuk pengolahan data pada proses perencanaan dapat dilakukan dengan melakukan berbagai macam metode yang dapat memprediksi untuk menentukan kebutuhan obat setiap bulannya. Program peramalan menggunakan jaringan syaraf tiruan algoritma backpropagation memberikan hasil yang cukup memuaskan dalam peramalan kebutuhan obat. Setelah perancangan jaringan syaraf dan program, pembuatan, implementasi sampai ke analisis, dapat diambil kesimpulan Algoritma Backpropagation dapat melakukan proses prediksi, akan tetapi baik atau tidaknya nilai error dan hasil keluaran sangat dipengaruhi penentuan parameter seperti besarnya learning rate dan jumlah neuron pada hidden layer.
