KECENDERUNGAN EMITEN UNTUK MEMILIH MENYAJIKAN LAPORAN KEUANGAN BERDASARKAN NILAI WAJAR SETELAH PENERAPAN PSAK 68

  • Nugroho Wisnu Murti Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi “AUB” Surakarta
  • Arief Budhi Darma Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi “AUB” Surakarta
Abstract viewed = 0 times
PDF (Bahasa Indonesia) downloaded = 0 times

Abstract

This research had conducted to investigate trend of cormporate in Indonesia to implement fair value measurement from International Financial Reporting Standards (IFRS) 13 which was adopted in PSAK 68. We analysed 1.464 data observations of corporates’ financial statements in two years before and after the implementation of PSAK 68 (2013 to 2016). Results showed that there was significant positive trend of fair value disclosure before implementation of PSAK 68 compared to after implementation that standard. Implementation of these standard had positive significant influence on these positive trend. This study provided information to Indonesian Institute of Accountants that fair value disclosure in Indonesia had upward trend in two years after implementation of PSAK 68. Previously, there was no significant differences in one year after the implementation of this standard. Moreover, public accountant quality was measured by public accountant affiliation showed a positive effect in this trend. This result indicated that Indonesia need quality of public accountant based on international public accountant organization to verify fair value disclosure.


Penelitian dilakukan untuk mengetahui bagaimana kecenderungan emiten untuk lebih memilih menyajian laporan keuangan berdasar nilai wajar atau berdasar biaya historis sejak sepenuhnya mengimplementasikan PSAK 68 yang diadopsi dari IFRS 13. Penelitian ini menganalisis 1.464 data panel berupa laporan keuangan emiten di Indonesia pada masa sebelum dan sesudah penetapan resmi PSAK 68 (1 Januari 2015). Hasil menunjukkan bahwa kecenderungan emiten untuk menyajikan laporan keuangan berdasar nilai wajar dibanding biaya historis, naik signifikan dari dua tahun sebelum penetapan PSAK 68 dibanding setelahnya. Penetapan standar tersebut berpengaruh signifikan meningkatkan kecenderungan emiten untuk lebih memilih menyajikan nilai wajar dibandingkan biaya historis. Informasi ini penting bagi Ikatan Akuntan Indonesia karena penelitian sebelumnya pada masa satu tahun setelah penetapan standar tentang nilai wajar ini ditemukan bahwa tidak terdapat perbedaaan signifikan trend penyajian nilai wajar oleh emiten yang diharapkan meningkat dengan adanya aturan baru tersebut. Lebih lanjut juga ditemukan bahwa kualitas audit yang diukur dari afiliasi Kantor Akuntan Publik memiliki korelasi positif meningkatkan kecenderungan emiten untuk memilih menyajikan laporan keuangan dengan nilai wajar dibanding dengan biaya historis. Hasil tersebut memberikan indikasi bahwa emiten di Indonesia masih membutuhkan akuntan publik yang memiliki afiliasi dengan akuntan publik asing yang termasuk dalam big-4 untuk melalukan verifikasi penyajian nilai wajar.

References

Ali, A., Akbar, S. and Ormrod, P. (2016) ‘Impact of international financial reporting standards on the profit and equity of AIM listed companies in the UK’, Accounting Forum. Elsevier Ltd, 40(1), pp. 45–62. doi: 10.1016/j.accfor.2015.12.001.
Beattrice, V. A. (2013) ‘Fair Value Measurement in Agriculture and the Potential To Mislead’, Academica Brancusi, University Of Trgu Jiu, (5), pp. 95–98.
Beisland, L. A. and Knivsfla, K. H. (2015) ‘Have IFRS changed how stock prices are associated with earnings and book values? Evidence from Norway’, Review of Accounting and Finance, 14(1), pp. 41–63. doi: http://dx.doi.org/10.1108/MRR-09-2015-0216.
Bratten, B., Causholli, M. and Khan, U. (2016) ‘Usefulness of fair values for predicting banks??? future earnings: evidence from other comprehensive income and its components’, Review of Accounting Studies. Springer US, 21(1), pp. 280–315. doi: 10.1007/s11142-015-9346-7.
Damayanti, F. and Susanto, T. (2015) ‘Pengaruh Komite Audit, Kualitas Audit, Kepemlilikan Institusional, Risiko Perusahaan dan Return On Asset Terhadap Tax Avoidance’, ESENSI Jurnal Bisnis dan Manajemen, 5(2), pp. 187–206.
Danbolt, J. and Rees, W. (2008) ‘An experiment in fair value accounting : UK investment vehicles’, European Accounting Review, 17(July), pp. 271–303.
Dechow, P. M., Myers, L. A. and Shakespeare, C. (2010) ‘Fair value accounting and gains from asset securitizations: A convenient earnings management tool with compensation side-benefits’, Journal of Accounting and Economics. Elsevier, 49(1–2), pp. 2–25.
Hidayat, T. (2012) ‘Pengaruh Ukuran Kap Dan Auditor Tenure Terhadap Value Relevance Dari Nilai Wajar’, Jurnal Akuntansi dan Keuangan Indonesia Universitas Indonesia, 9(2), pp. 171–188.
Juwono, T. C. and Feliana, Y. K. (2013) ‘Relevansi Informasi Nilai Wajar Aset Tetap dan Properti Investasi (Studi Empiris pada Badan Usaha yang Terdaftar di BEI Periode 2008-2013)’, in Prosiding Seminar Nasional & Call for Paper : Peluang Indonedia dalam Persaingan Ekonomi Kreatif Global. Surabaya, Indonesia: Fakultas Ekonomi, Universitas Kristen Maranatha, pp. 1–2.
Laux, C. (2016) ‘The economic consequences of extending the use of fair value accounting in regulatory capital calculations : A discussion’, Journal of Accounting and Economics. Elsevier, 62(2–3), pp. 204–208. doi: 10.1016/j.jacceco.2016.10.005.
Liao, Y. (2013) ‘Managerial Finance The impact of fairvalueaccounting on the relevance of capital adequacy ratios Evidence from Taiwan’, Managerial Finance Iss Journal of Financial Reporting and Accounting Iss Journal of Financial Regulation and Compliance, 39(3), p. 133154.
Majercakova, D. and Skoda, M. (2015) ‘Fair value in financial statements after financial crisis’, Journal of Applied Accounting Research, 16(3), pp. 312–332. doi: 10.1108/JAAR-07-2014-0069.
Maria, S. (2011) Analisis Perbandingan Model Fail Value dan Model Historical Cost Serta Penerapannya Terhadap Asset Tetap (Studi kasus pada PT Sidomulyo Selaras Tbk). Jakarta, Indonesia.
Murti, N. W. (2017) Value Relevance Atas Penerapan Konsep Nilai Wajar dibanding Biaya Historis di Indonesia (Event Study: Masa Sebelum dan Sesudah Penerapan Standar Tentang Pengukuran Nilai Wajar Untuk Menyusun Laporan Keuangan). Universitas Gadjah Mada.
Murti, N. W. and Suyanto (2017) ‘The Relevance of Fair Value Concept Compared to Historical Costs in Indonesia’, in Indonesia Focus, pp. 1–6.
Palea, V. (2014) ‘Fair value accounting and its usefulness to financial statement users’, Journal of Financial Reporting and Accounting, 12(2), pp. 102–116.
Petrus, E. P. and Farahmita, A. (2013) Analisa Pengaruh Pendekatan Pengukuran Nilai Wajar dan Nilai Historis Terhadap Value Relevance Asset Biologis (Studi Empiris Pada Perusahaan Perkebunan di Indonesia, Malaysia dan Singapura). Jakarta, Indonesia.
Siekkinen, J. (2016) ‘Value relevance of fair values in different investor protection environments’, Accounting Forum. Elsevier Ltd, 40(1), pp. 1–15. doi: 10.1016/j.accfor.2015.11.001.
Šodan, S. (2015) ‘The impact of fair value accounting on earnings quality in eastern European countries’, Procedia Economics and Finance. Elsevier B.V., 32(15), pp. 1769–1786. doi: 10.1016/S2212-5671(15)01481-1.
Wahyuni, E. T. (2013) ‘Sukar Menakar Nilai Wajar : Tinjauan atas IFRS 13 Fair Value Measurement’, Majalah Akuntan Indoneisa. Available at: http://etw-accountant.com/sukar-menakar-nilai-wajar-tinjauan-atas-ifrs-13-fair-value-measurement/#more-225 diakses tanggal 7 Februari 2017.
Warsono, S. (2011) Adopsi Standar Akuntansi IFRS (Fakta, Dilema dan Matematika). Edited by I. Natalia. Yogyakarta, Indonesia: AB PUBLISHER.
Widiastuti, H. (2015) Relevansi-Nilai Laba Kos Historis Dan Laba Nilai Wajar Untuk Keputusan Investasi, Kredit, Dan Kompensasimanajemen: Pengujian Kebermanfaatan Valuasi Dan Stewardship, Desertasi Doktor Bidang Akuntansi Universitas Gadjah Mada. Universitas Gadjah Mada.
Zahro, M. (2014) ‘Akuntansi Nilai Wajar, Vovalitas Laba, dan Praktik Manajemen Laba Pada Perusahaan Perbankan’, Jurnal Ilmu & Riset Akuntansi, STESIA, 3(11), pp. 1–25.
Published
2018-12-22
How to Cite
MURTI, Nugroho Wisnu; DARMA, Arief Budhi. KECENDERUNGAN EMITEN UNTUK MEMILIH MENYAJIKAN LAPORAN KEUANGAN BERDASARKAN NILAI WAJAR SETELAH PENERAPAN PSAK 68. Bilancia : Jurnal Ilmiah Akuntansi, [S.l.], v. 2, n. 4, p. 388-396, dec. 2018. ISSN 2685-5607. Available at: <https://www.ejournal.pelitaindonesia.ac.id/ojs32/index.php/BILANCIA/article/view/71>. Date accessed: 15 aug. 2022.

Most read articles by the same author(s)

Obs.: This plugin requires at least one statistics/report plugin to be enabled. If your statistics plugins provide more than one metric then please also select a main metric on the admin's site settings page and/or on the journal manager's settings pages.