PENGARUH KOMPETENSI APARATUR DESA, SISTEM PENGENDALIAN INTERNAL DAN WHISTLEBLOWING SYSTEM TERHADAP PENCEGAHAN FRAUD PADA PEMERINTAHAN DESA DENGAN MORALITAS INDIVIDU SEBAGAI VARIABEL MODERASI. (STUDI PADA DESA-DESA DI KABUPATEN BENGKALIS)

  • Romadaniati Romadaniati Universitas Riau
  • Taufeni Taufik Universitas Riau
  • Azwir Nasir Universitas Riau
Abstract viewed = 0 times
PDF (Bahasa Indonesia) downloaded = 0 times

Abstract

The purpose of this study was to examine and analyze the influence of village apparatus competence, internal control systems and whistleblowing systems on fraud prevention in village governance with individual morality as a moderating variable.The population of this study is the population in this study villages in Bengkalis Regency are 136 villages. The sampling technique in this study was purposive sampling so that 102 villages were obtained. Respondents in this study were the Village Head, Village Secretary and Finance Kaur, totaling 306 people. Data analysis to test hypotheses using multiple regression analysis and Moderated Regression Analysis (MRA). The results showed that: Apparatus competence influences fraud prevention, internal control system influences fraud prevention, Whistleblowing system influences fraud prevention, individual morality moderates the influence of village apparatus competence on fraud prevention, individual morality moderates the influence of internal control system on fraud prevention, and Individual morality moderates the influence of the whistleblowing system on fraud prevention.


Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji dan menganalisis pengaruh kompetensi aparatur desa, sistem pengendalian internal dan whistleblowing system terhadap pencegahan fraud pada pemerintahan desa dengan moralitas individu sebagai variabel moderasi. Populasi penelitian ini adalah Populasi dalam penelitian ini desa yang berada di Kabupaten Bengkalis berjumlah 136 Desa. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah Purposive Sampling sehingga diperoleh sampel 102 desa. Responden dalam penelitian ini yaitu Kepala Desa, Sekretaris Desa dan Kaur Keuangan yang berjumlah 306 orang. Analisis data untuk menguji hipotesis menggunakan analisis regresi berganda (multiple regression analysis) dan Moderated Regression Analysis (MRA). Hasil Penelitian menunjukkan bahwa: Kompetensi aparatur berpengaruh terhadap pencegahan fraud, Sistem pengendalian internal berpengaruh terhadap pencegahan fraud, Whistleblowing system berpengaruh terhadap pencegahan fraud, moralitas individu memoderasi pengaruh kompetensi aparatur desa terhadap pencegahan fraud, moralitas individu memoderasi pengaruh sistem pengendalian internal terhadap pencegahan fraud, dan moralitas individu memoderasi pengaruh whistleblowing system terhadap pencegahan fraud.

References

Agusyani, K. S., Sujana, E. dan Wahyuni, M. A. (2016) “Pengaruh Whistleblowing System Dan Kompetensi Fraud Pada Pengelolaan Keuangan Penerimaan Pendapatan Asli Daerah ( Studi Pada Dinas Pendapatan Daerah Kabupaten Buleleng ),” 1.
Atmadja, A. T. dan Saputra, A. K. (2017) “Pencegahan Fraud dalam Pengelolaan Keuangan Desa,” Jurnal Ilmiah Akuntansi dan Bisnis, 1, hal. 7. doi: 10.24843/jiab.2017.v12.i01.p02.
Bernardin, D. E. Y. dan Solihat, I. (2019) “Internal whistleblowing sebagai upaya pencegahan fraud dengan moralitas sebagai pemoderasi,” Jurnal Sain Manajemen, Vol.1 No.1 Agustus 2019, 1(1), hal. 107–119.
Desmita (2017) Psikologi Perkembangan, Bandung: PT. Remaja Rosdakarya Offset. doi: 10.1017/CBO9781107415324.004.
Dewi, M. (2016) “Pengaruh Red Flags, Whistleblowing, Dan Profesionalisme Auditor Internal Terhadap Pendeteksian Kecurangan Laporan Keuangan,” Skripsi.
Fitrawansyah (2014) Fraud & Auditing. Jakarta: Mitra Wacana Media.
Huda, Nurul; Sadeli, D. H. (2018) “PPengaruh Kompetensi, Sistem Pengendalian Internal, Sertifikasi Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah untuk Pencegahan Kecurangan ( Fraud ) pada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, X(3), hal. 243–252.
Hutapea, Parulian; Thoha, N. (2008) Kompetensi Plus. Jakarta: Salemba Empat.
Komite Nasional Kebijakan Governance (2008) “Pedoman Sistem Pelaporan Pelanggaran - SPP (Whistleblowing System - WBS).” Tersedia pada: http://www.knkg-indonesia.org/dokumen/Pedoman-Pelaporan-Pelanggaran-Whistleblowing-System-WBS.pdf.
Kurniawan, A. (2014) Fraud di Sektor Publik dan Integritas Nasional. Yogyakarta: BPFE.
Kurniawan, A. (2018) Korupsi: Membuka Pandora Box, Perilaku Korup dari Dimensi Etika, Budaya dan Keperilakuan. Yogyakarta: ANDI dan BPFE.
Manafe, M. W. N. (2015) “Pengaruh Penalaran Moral, Retaliasi dan Gender Terhadap Kecenderungan Whistleblowing Internal,” Wahana Jurnal Ekonomi, Manajemen, dan Akuntansi, 18(2), hal. 113–123.
Mulyadi (2016) Sistem Akuntansi.
Permendagri, Peraturan Menteri Dalam Negeri RI No. 108 Tahun 2017 (2017) Kompetensi Pemerintahan, doi: 10.1017/CBO9781107415324.004.
PP, Peraturan Pemerintah RI No. 60 Tahun 2008 (2008) “Sistem Pengendalian Intern Pemerintah,” hal. 101.
Purba, B. P. (2015) Fraud dan Korupsi, Pencegahan, Pendeteksian dan Pemberantasannya. Jakarta: Lestari Kiranatama.
Purwitasari, A. (2017) “Pengaruh Pengendalian Internal Dan Komitmen Organisasi Dalam Pencegahan Fraud Pengadaan Barang (Survey Pada 5 Rumah Sakit Di Bandung),” Skripsi, 2(4), hal. 1–127. doi: 10.1016/S0140-6736(79)91018-3.
Suradi (2006) Korupsi Dalam Sektor Publik dan Swasta, Mengurai Pengertian Korupsi, Pendeteksian, Pencegahannya dan Etika Bisnis. Yogyakarta: Gaya Media.
Taufik, T. (2011) “Pengaruh Peran Inspektorat Daerah Terhadap Pencegahan Kecurangan,” Pekbis Jurnal, 3(2), hal. 512–520.
Taufik, T. (2019) “The Effect Of Internal Control System Implementation In Realizing Good Governance And Its Impact On Fraud Prevention,” International Journal of Scientific and Technology Research, 8(9), hal. 2159–2165.
Usman, Bhima Azis, T. T. dan M. R. (2015) “Pengaruh Tata Kelola Pemerintahan dan Pengendalian Internal Terhadap Pencegahan Kecurangan (Studi pada SKPD Pemerintah Kab. Indragiri Hilir),” 23.
Wahyuni, E. S. dan Nova, T. (2019) “Analisis Whistleblowing System dan Kompetensi Aparatur terhadap Pencegahan Fraud,” Inovbiz: Jurnal Inovasi Bisnis, 6(2), hal. 189. doi: 10.35314/inovbiz.v6i2.867.
Welton, R. E.; LaGrone, M. . D. (1994) “Promoting The Moral Development of Accounting Graduate Students: An Instructional Design And Assessment,” in.
Wonar, K., Falah, S. dan Pangayow, B. J. . (2018) “Pengaruh Kompetensi Aparatur Desa, Ketaatan Pelaporan Keuangan dan Sistem Pengendalian Intern Terhadap Pencegahan Fraud Dengan Moral Sensitivity Sebagai Variabel Moderasi,” Jurnal Akuntansi, Audit & Aset, 1(November), hal. 63–89. Tersedia pada: http://ir.obihiro.ac.jp/dspace/handle/10322/3933.
YR, R. D. (2017) Fraud: Penyebab dan Pencegahannya. Bandung: Alfabeta.
Published
2020-09-30
How to Cite
ROMADANIATI, Romadaniati; TAUFIK, Taufeni; NASIR, Azwir. PENGARUH KOMPETENSI APARATUR DESA, SISTEM PENGENDALIAN INTERNAL DAN WHISTLEBLOWING SYSTEM TERHADAP PENCEGAHAN FRAUD PADA PEMERINTAHAN DESA DENGAN MORALITAS INDIVIDU SEBAGAI VARIABEL MODERASI. (STUDI PADA DESA-DESA DI KABUPATEN BENGKALIS). Bilancia : Jurnal Ilmiah Akuntansi, [S.l.], v. 4, n. 3, p. 227-237, sep. 2020. ISSN 2685-5607. Available at: <http://www.ejournal.pelitaindonesia.ac.id/ojs32/index.php/BILANCIA/article/view/734>. Date accessed: 28 oct. 2020.

Most read articles by the same author(s)

Obs.: This plugin requires at least one statistics/report plugin to be enabled. If your statistics plugins provide more than one metric then please also select a main metric on the admin's site settings page and/or on the journal manager's settings pages.